Nadiem : Dana BOS Untuk Sekolah 3T Dipastikan Meningkat Secara Dramatis -->

Advertisement

Nadiem : Dana BOS Untuk Sekolah 3T Dipastikan Meningkat Secara Dramatis

November 6, 2020


Guru Berbagi - 
Mendikbud mensosialisasikan perubahan skema Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang mengalami perubahan tahun depan. Kemendikbud akan merubah kalkulasi penghitungan dana BOS yang lebih memberi afirmasi kepada sekolah kecil dan pelosok.


Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengatakan, apa saja program prioritas yang akan dilakukan Kemendikbud tahun depan, pertama adalah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi sekolah yang sudah mapan tidak akan ada penurunan. Akan tetapi, jelasnya, bagi sekolah yang kecil dan juga yang berada di pelosok secara dramatis akan terjadi kenaikan.


"Jadi kita akan pastikan tidak ada dana BOS yang turun. Tapi untuk sekolah kecil, sekolah 3T itu akan meningkat secara dramatis. Ini namanya pro afirmasi, pro rakyat yang membutuhkan," katanya saat melakukan diskusi dengan para guru dan kepala sekolah di SDN 15 Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (5/11/2020).


Mendikbud menyampaikan, Kemendikbud harus melakukan kebijakan yang pro daerah-daerah yang membutuhkan. Dan tidak lagi memakai kalkulasi dana BOS yang hanya menguntungkan sekolah-sekolah besar di perkotaan semata. Menurutnya, kalkulasi dana BOS untuk sekolah kecil dan sekolah besar tidak bisa lagi disamakan mulai tahun depan.


Sebelumnya diberitakan, tahun depan Kemendikbud akan memakai variabel Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) dan Indeks Besaran Peserta Didik (IPD) dalam menghitung biaya satuan BOS.


Dampak dari perubahan penghitungan satuan biaya BOS ini adalah tahun depan dana BOS setiap sekolah nominalnya tidak akan ada yang mengalami penurunan. Selain itu dana BOS reguler akan meningkat jumlahnya tahun depan bagi sekolah-sekolah kecil dan sekolah di daerah 3T.


Mantan petinggi Gojek ini menjelaskan, penggunaan dana BOS itu 100% merupakan diskresi dari kepala sekolah. Kemendikbud memberikan hak penuh kepada kepala sekolah karena, jelasnya, saat ini krisis pandemi sehingga kepala sekolah yang tahu apa kebutuhan terbaik bagi setiap anak di sekolahnya.


Dia mengatakan, Kemendikbud tidak bisa memberikan pagu spesifik yang sama kepada setiap kepala sekolah sebab kebutuhan setiap kepala sekolah di berbagai daerah itu tidak mungkin sama. Misalnya saja ada sekolah di pulau Jawa yang memerlukan laptop. Tapi bagi sekolah yang berada di Papua memberi fasilitas transportasi anak antar pulau itu yang lebih penting.


"Kemerdekaan kepala sekolah untuk menentukan apa yang terbaik untuk sekolahnya itu kita pegang. Itu salah satu yang terpenting," katanya.


Editor : Prastawan

Sumber : Sindo