Cara Pelaksanaan Asesmen Pengganti Ujian Nasional -->

Advertisement

Cara Pelaksanaan Asesmen Pengganti Ujian Nasional

May 8, 2021

Ilustrasu Asesmen 


Guru Berbagi - Pemerintah telah menghapuskan ujian nasional dan ujian sekolah berstandar nasional. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kemudian mengganti model evaluasi tersebut dengan asesmen nasional.


Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menyatakan ujian nasional ke asesmen nasional merupakan perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan.


"Perubahan mendasarnya tidak lagi mengevaluasi capaian murid secara individu akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input proses dan hasil," ujar Nadiem saat menjelaskan kebijakan asesmen nasional beberapa waktu lalu.


Seperti yang dikutip dari laman Direktorat SMP Kemendikbud Ristek, asesmen nasional bermanfaat untuk pemetaan sistem pendidikan yang dilihat dari input, proses, dan hasil melalui serangkaian tahapan.


Keluaran dari asesmen nasional tidak digunakan sebagai rangking tetapi untuk perbaikan kualitas belajar di sekolah-sekolah yang pada akhirnya diharapkan meningkatkan hasil belajar murid.


Asesmen nasional akan diselenggarakan di seluruh sekolah, madrasah, dan program pendidikan kesetaraan. Siswa akan dipilih secara acak untuk mengikuti asesmen nasional sedangkan kepala sekolah dan guru wajib mengikuti asesmen. Kemendikbud Ristek akan memilih 45 siswa dan 5 siswa cadangan.


Dikutip dari laman Direktorat SMP, nantinya asesmen nasional akan dilaksanakan pada September 2021. Asesmen nasional akan dilaksanakan berbasis komputer. Dalam pelaksanaannya terdapat dua moda yaitu daring maupun semi daring.


Semi daring dilakukan bagi satuan pendidikan yang tidak memiliki kondisi internet yang memadai. Selain itu protokol kesehatan juga wajib dijalankan saat asesmen nasional.


Apa saja instrumen asesmen nasional?


1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Penilaian AKM meliputi:

· Kecakapan berpikir logis-sistematis

· Kemampuan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari

· keterampilan memilah dan mengolah informasi


Kompetensi yang diukur yaitu literasi dan numerasi dengan meninjau tiga aspek yaitu konten, proses kognitif, dan konteks. AKM memiliki bentuk soal yang terdiri dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, dan uraian.


"Fokus pada kemampuan literasi dan numerasi tidak berarti mengecilkan arti penting mata pelajaran. Karena justru membantu murid mempelajari bidang ilmu lain. Terutama untuk berpikir dan mencerna informasi dalam bentuk tertulis dan dalam bentuk angka," ujar Nadiem.


"Kemampuan literasi dan numerasi adalah kemampuan yang akan berdampak pada semua mata pelajaran yang dipelajari murid-murid kita."


2. Survei Karakter

Survei karakter adalah survei yang dikerjakan oleh siswa. Hal ini bertujuan untuk memperoleh hasil belajar sosial emosional. Aspek yang diukur ada 6 yaitu aspek pelajar Pancasila seperti berakhlak mulia dengan beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.


3. Survei Lingkungan Belajar

Asesmen nasional yang terakhir yaitu survei lingkungan belajar yang akan diikuti oleh seluruh kepala sekolah dan guru secara mandiri dalam waktu 4 hari.


Guru maupun kepala sekolah yang mengajar dan memimpin lebih dari satu sekolah maka akan mengikuti survei di tiap sekolah. Jika ada kepala sekolah yang juga mengajar sebagai guru maka akan mengisi dua survei yang berbeda.


Mendikbud Ristek Nadiem Makarim pun menyatakan asesmen nasional 2021 sebagai bagian dari reformasi pendidikan Indonesia, tidak memerlukan persiapan-persiapan khusus maupun tambahan yang akan jadi beban psikologis siswa.


"Tidak usah cemas, tidak perlu bimbel khusus untuk asesmen nasional," ujar Nadiem.





Editor : Anang

Sumber : Detik