P2G : MenpanRB Jangan Janji Kosong Soal Rekrutmen CPNS 2021 1 Juta Guru -->

Advertisement

P2G : MenpanRB Jangan Janji Kosong Soal Rekrutmen CPNS 2021 1 Juta Guru

October 2, 2020


guru-berbagi.site - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo di minta oleh Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) untuk memenuhi janjinya. Yaitu akan membuka rekrutmen 1 juta guru aparatur sipil negara (ASN) mulai 2021.


"Kami ingatkan MenPAN-RB jangan sampai lupa dengan kata-katanya sendiri bahwa tahun depan akan dibuka rekrutmen guru ASN sebanyak 1 juta orang. Kami berharap formasi ini jangan semua diplotkan untuk PPPK tetapi harus ada PNS juga," tutur Koordinator P2G Satriwan Salim di Jakarta, Jumat (2/10/2020).


Dengan demikian Satriawan menegaskan, jangan sampai ini hanya janji kosong yang membuat harapan para guru khususnya honorer, termasuk fresh graduate pupus. Apalagi pengalaman guru honorer K2 yang lulus PPPK sejak 2019 tetapi sampai hari ini belum mendapatkan NIP dan SK.


Pengalaman itu jadi kisah buruk yang tidak bisa dilupakan guru honorer K2 yang lulus PPPK. Perpres 98 tahun 2020 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK memberikan harapan baru. Sebab, status mereka makin jelas dan tinggal menunggu NIP, SK, dan gaji perdananya.


Pendidik di salah satu MA swasta ini meminta agar seleksi guru PPPK tahun 2021 dilakukan secara adil dan proporsional. Sebab ada beberapa anggota P2G yang berstatus honorer di Blitar, tidak lolos seleksi PPPK, padahal mereka memiliki Sertifikat Pendidik. Artinya mereka sudah diakui negara sebagai pendidik profesional sebagaimana perintah UU Guru dan Dosen. 


"KemenPAN-RB wajib mempertimbangan guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik, bagi calon guru PPPK yang ikut seleksi tahun-tahun berikutnya," ujarnya.


Dia menambahkan, kebijakan akan dirasa tidak adil, jika guru yang bersertifikat pendidik tidak lolos seleksi PPPK. Dia juga berharap agar pemerintah konsisten membuka seleksi CPNS dan PPPK untuk tahun-tahun berikutnya.


"Sebab lima tahun ke depan kita mengalami kekurangan guru yang tinggi," pungkasnya.



Editor : Anang

Sumber : JPNN dan Kompas