Dipastikan Tidak Dapat Kuota Gratis dari Kemendikbud Untuk Orang Dengan 4 Kriteria Ini -->

Advertisement

Dipastikan Tidak Dapat Kuota Gratis dari Kemendikbud Untuk Orang Dengan 4 Kriteria Ini

October 24, 2020


guru-berbagi.site - Penyaluran bantuan kuota internet gratis periode Oktober mulai disalurkan dari tanggal 22 - 24 Oktober 2020.

Sama seperti penyaluran sebelumnya di bulan September, bantuan kuota internet gratis di bagi dalam dua jenis.

Ada kuota internet belajar dan ada juga kuota internet umum.

Kuota internet belajar dikhususkan untuk mengakses situs dan aplikasi layanan pembelajaran yang telah ditentukan Kemendikbud sebelumnya.

Sedangkan kuota internet umum bisa digunakan untuk mengakses berbagai aplikasi, bisa YouTube hingga Instagram.

Bantuan kuota internet gratis dari Kemendikbud disalurkan melalui beberapa provide seperti Telkomsel, Indosat, Tri, XL, hingga Smartfren.

Jumlah yang diberikan juga disesuaikan untuk setiap calon penerima dan jenjang pendidikan, berikut rinciannya.

Untuk pelajar PAUD akan mendapat bantuan kuota 20 GB per bulan dengan rincian 15 GB kuota belajar dan 5 GB kuota umum.

Guru atau pengajar PAUD - SMA mendapatkan 42 GB per bulan dengan rincian 37 GB kuota belajar dan 5 GB kuota umum.

Pelajar jenjang SD - SMA mendapat bantuan kuota sebesar 35 GB per bulan dengan rincian 30 GB kuota belajar dan 5 GB kuota umum.

Dosen atau mahasiswa akan diberikan bantuan kuota sebesar 50 GB dengan rincian 45 GB kuota belajar dan 5 GB kuota umum.

Perlu diketahui, kuota internet gratis Kemendikbud tidak akan cair ke orang dengan 4 kriteria berikut.

1. Tidak sedang menempuh pendidikan di Sekolah maupun Perguruan Tinggi

2. Guru atau pengajar yang tidak sedang mengajar atau tidak tergabung dalam lembaga pendidikan apapun

3. Pelajar atau guru yang tidak menyerahkan/ mendaftarkan nomor HPnya sebagai penerima bantuan kuota internet gratis

4. Pelajar atau guru yang mendaftar dengan nomot HP yang sudah tidak aktif

Adapun cara daftar bantuan kuota internet gratis sebagai berikut.

CARA UNTUK PELAJAR/PENDIDIK PAUD-SMA

1. Pastikan mempunyai nomor HP yang aktif
2. Serahkan nomor HP yang aktif kepada pihak Sekolah/Operator pendidikan di sekolah masing-masing
3. Setelah nomor HP calon penerima bantuan kuota terkumpul, selanjutnya pihak sekolah akan memasukkan data nomor ponsel tersebut ke aplikasi Dapodik.

CARA UNTUK MAHASISWA/DOSEN

1. Pastikan mempunyai nomor HP yang aktif
2. Serahkan nomor HP yang aktif kepada pihak Universitas/pengelola PDDikti di masing-masing Universitas/Perguruan tinggi
3. Setelah nomor HP calon penerima bantuan kuota terkumpul, pengelola PDDikti perguruan tinggi menginput data nomor ponsel tersebut ke aplikasi PDDikti.


Editor : Anang
Sumber : Semarangku