Tri Rismaharini : Guru Yang Meninggal Akibat Covid Bukan Puluhan, Tapi 4 Orang. -->

Advertisement

Tri Rismaharini : Guru Yang Meninggal Akibat Covid Bukan Puluhan, Tapi 4 Orang.

August 22, 2020


guru-berbagi.site - Beredar surat di masyarakat dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Surabaya permintaan kegiatan belajar dari rumah. Surat itu ditujukan untuk Wali Kota Tri Rismaharini. 

Dalam surat tersebut meminta untuk Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) karena terdapat puluhan guru dan tenaga kependidikan meninggal terpapar COVID-19.

Pemkot Surabaya pun langsung membantah hal tersebut. Guru yang meninggal akibat terpapar COVID-19 bukan puluhan. Melainkan empat guru. Tetapi, meninggalnya tidak murni karena COVID-19, namun terdapat komorbid.

"Data dinkes empat orang (guru) yang meninggal (terpapar COVID-19). Itupun karena ada kormobid," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Surabaya Irvan Widyanto, Sabtu (22/8/2020).

Irvan mengatakan hasil para guru yang terpapar COVID-19 diketahui setelah hasil testing yang dilakukan Dinkes Surabaya kepada ribuan guru SD dan SMP.

"137 Positif, yang meninggal empat. Satgas tidak tidur, semua guru kita lakukan swab kepada. 3.127 Tepatnya yang sudah diswab," jelasnya.

3.127 Guru yang telah dilakukan swab itu merupakan guru SD dan SMP di Surabaya. Baik negeri maupun swasta. Bahkan, hingga saat ini testing kepada guru terus dilakukan.

Dari ratusan guru yang terpapar tersebut karena ketidak disiplinnya pada protokol kesehatan. Bahkan, pihaknya sudah melakukan tracing kepada guru-guru yang terpapar COVID-19.

"Kenapa banyak yang positif, karena tidak taat protokol. Kami sudah melakukan tracing, mereka banyak makan-makan bareng dan bicara sambil buka masker," kata dia.

Hingga kini, Pemkot Surabaya terus melakukan testing secara masif kepada guru SD dan SMP. Hal tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus menjamin keselamatan dan kesehagan para guru.

"Memang karena kepedulian Bu Wali (Risma) untuk menjamin keselamatan guru ya melakukan testing secara masif ke guru SD dan SMP sudah mulai 21 hari ini. Yang jelas untuk guru SD dan SMP memang diprioritaskan kesehatannya," pungkasnya.



Penulis dan Editor : Prastawan 
Sumber                  : Detikcom