Orang Tua di Sulawesi Tengah Keluhkan Biaya Pendidikan yang Tinggi di Masa Pandemi. -->

Advertisement

Orang Tua di Sulawesi Tengah Keluhkan Biaya Pendidikan yang Tinggi di Masa Pandemi.

August 22, 2020

Ilustrasi Biaya Pendidikan (Foto : Pixabay)


guru-berbagi.site - Sejumlah orang tua murid berharap Gubernur Sulawesi Tengah mengeluarkan peraturan baru atau kebijakan lain yang berkaitan dengan dunia pendidikan Khususnya Jenjang Sekolah Menengah Atas di Propinsi Sulawesi Tengah.

Karena Masa pandemi Covid-19 menjadi cambuk seluruh ranah termasuk perekonomian.

Dari kondisi ini banyak orang tua banyak kehilangan pekerjaan dan pendapatan guna menghidupi keluarganya. Bahkan harus mendapatkan sejumlah uang untuk membayar Biaya sekolah agar anaknya dapat melanjutkan pendidikan.

Seperti Sejumlah Orang Tua Siswa yang berada di Kabupaten Banggai mengeluhkan hal tersebut. Tak sedikit pula orang tua siswa yang sudah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk mendapatkan solusi terkait keringanan pembayaran biaya pendidikan.

Dari Hasil Koordinasi sekolah menerapkan biaya pendidikan tersebut sesuai Pergub tahun 2017, sehingganya pihak sekolah kesulitan mengambil keputusan secara sepihak.

Menurut orang tua siswa di Toili, Muslim Pakaya mengatakan, Sangat miris Negara mengeluarkan biaya bagi warga yang terdampak tetapi justru sekolah-sekolah saat ini membebani orang tua dan wali murid yang patuh terhadap peraturan pemerintah tentang wajib belajar dan biaya pendidikan yang cukup besar.

"Miris sekali, di situasi pandemi Negara Mengeluarkan anggaran bagi warga terdampak Covid-19, Justru Sekolah-sekolah saat ini membebani orang tua dan wali murid yang patuh terhadap peraturan Pemerintah tentang wajib belajar dengan biaya pendidikan yang cukup besar dan memberatkan,"Ungkap Muslim Pakaya Sebagaimana di Lansir guru-berbagi.site dari kabarluwuk.com pada (22/8/2020).

Tanggapan Salah Satu Sekolah
Sebagaimana di ketahui biaya P3 tingkat SMK Negeri sebesar Rp.115.000 yang harus dibayarkan dan dilunasi setiap bulannya oleh orang tua siswa Dan biaya lain-lain. Tentunya hal ini sangat memberatkan orang tua siswa.

Salah satu sekolah SMK Negeri 1 Toili melalui kepala sekolah mengatakan, Terkait persoalan P3 pengambilan kebijakan ada pada Gubernur SULTENG, dan berharap ada instruksi baru untuk meringankan pembiayaan pendidikan.

"Karena semua tidak terdampak, saya hanya bisa berikan solusi berupa penundaan pembayaran untuk kemudian menunggu ada peraturan baru yang dapat meringankan dari Instansi yang kita naungi. 

Karena meskipun masa pandemi, Pihak sekolah tetap operasi dan aktivitasnya berjalan. Dana P3 itu juga di gunakan untuk pembiayaan tenaga honorer. Karena di SMK Negeri 1 Toili masih banyak tenaga honorer yang harus di bayarkan honornya setiap bulan," Kata A Son.




Penulis dan Editor : Fitria / Anang
Sumber                  : Kabar Luwuk