Mas Nadiem Kasih Kabar Kece Nih Soal PJJ. -->

Advertisement

Mas Nadiem Kasih Kabar Kece Nih Soal PJJ.

August 10, 2020

Mendikbud Nadiem Makariem (Istimewa)

guru-berbagi.site - Pendidikan saat pendemi seakan di uji, untuk tetap menjalankan pembelajaran tanpa harus tatap muka sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan, karena pemerintah tengah gencar memutus rantai penyebaran Covid-19.

Dalam kondisi demikian Mentri Pendidikan Nadiem seketika dijatuhi beban yang sangat berat, untuk mencetuskan Inovasi pembejaran tanpa harus tatap muka. Nadiem pun menyarankan untuk menerapkan Pembejaran Jarak Jauh (PJJ). 

PJJ pun akhirnya keluar sebagai alternatif. Sejalannya waktu, Banyak kendala yang muncul saat penerapan PPJ, Seperti kendala dari pihak guru ataupun siswa itu sendiri.

Selain itu, Keluhan dari pihak Guru, Siswa dan Orang tua murid juga jadi salah satu kendala.

Mendikbud Nadiem Makariem Mempertimbangkan kebutuhan pembelajaran, berbagai masukan dari para ahli dan organisasi serta mempertimbangkan evaluasi implementasi SKB Empat Menteri, Pemerintah melakukan penyesuaian keputusan bersama Empat Menteri terkait pelaksanaan pembelajaran di zona selain merah dan oranye, yakni di zona kuning dan hijau, untuk dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

IKUTI KAMI DI FACEBOOK :

“Prioritas utama pemerintah adalah untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum, serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi COVID-19,” jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dalam taklimat media Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19, di Jakarta, Jumat (07/08/2020).

Untuk mengantisipasi kendala tersebut, Pemerintah mengeluarkan penyesuaian zonasi untuk pembelajaran tatap muka. Dalam perubahan SKB Empat Menteri ini, izin pembelajaran tatap muka diperluas ke zona kuning, dari sebelumnya hanya di zona hijau. Prosedur pengambilan keputusan pembelajaran tatap muka tetap dilakukan secara bertingkat seperti pada SKB sebelumnya. 

Pemda/kantor/kanwil Kemenag dan sekolah memiliki kewenangan penuh untuk menentukan apakah daerah atau sekolahnya dapat mulai melakukan pembelajaran tatap muka. 

“Jadi bukan berarti ketika sudah berada di zona hijau atau kuning, daerah atau sekolah wajib mulai tatap muka kembali ya,” Mendikbud menjelaskan.

Mendikbud juga menekankan, bahwa sekali pun daerah sudah dalam zona hijau atau kuning, pemda sudah memberikan izin, dan sekolah sudah kembali memulai pembelajaran tatap muka, orang tua atau wali tetap dapat memutuskan untuk anaknya tetap melanjutkan belajar dari rumah.

Madrasah dan sekolah berasrama di zona hijau dan zona kuning dapat membuka asrama dan melakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap sejak masa transisi. 

Kapasitas asrama dengan jumlah peserta didik kurang dari atau sama dengan 100 orang pada masa transisi bulan pertama adalah 50 persen, bulan kedua 100 persen, kemudian terus dilanjutkan 100 persen pada masa kebiasaan baru. Untuk kapasitas asrama dengan jumlah peserta didik lebih dari 100 orang, pada masa transisi bulan pertama 25 persen, dan bulan kedua 50 persen, kemudian memasuki masa kebiasaan baru pada bulan ketiga 75 persen, dan bulan keempat 100 persen.  

“Evaluasi akan selalu dilakukan untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan. Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota, bersama Kepala Satuan Pendidikan akan terus berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 untuk memantau tingkat risiko COVID-19 di daerah,” imbuh Mendikbud.

“Apabila terindikasi dalam kondisi tidak aman, terdapat kasus terkonfirmasi positif COVID-19, atau tingkat risiko daerah berubah menjadi oranye atau merah, satuan pendidikan wajib ditutup kembali,” tegas Mendikbud.


Demikian Yang dapat di sampaikan terkait Berita dan Informasi. Kami Akan senantiasa Menyampaikan Berita dan Informasi Terupdate dari berbagai sumber terpercaya. Terima kasih atas Kunjungannya dan Semoga Memberikan Informasi yang bermanfaat.


Penulis dan Editor  : Anang
Sumber                   : Laman Kemendikbud